Senin, 09 Maret 2015

Pertemuan Pertama


 “semuanya bariis, cepet gapake lama, kalian ini lelet banget sih, keong aja lebih cepet dari kalian tau ga?” teriak seorang lelaki berpostur tinggi nan gagah dan menurutku dia sangat cocok apabila masuk ke akademi polisi atau semacamnya apalagi suara yang tegas, bulat dan tutur bahasa yang lugas membuat karisma kepemimpinannya keluar..ahh aku tersentak karena mendengar teriakan seorang senior yang sedari tadi ku lamunkan. “Nin, ayo cepet kita baris” tepukan seorang teman satu kelompok dipundakku membuatku tersentak dua kali “ahh iya ayo ayo” sahutku sambil melangkahkan kaki mengikuti barisan didepanku yang sudah berjajar rapi.
Yaa, itu adalah ospek yang diadakan oleh jurusanku setelah sebelumnya kami mahasiswa baru melewati ospek universitas dan ospek fakultas. “banyak sekali ospek dikampus ini, pikirku hanya sekali ternyata…hmm” gumamku dalam hati sambil terus berusaha merapikan barisan agar tak menarik perhatian penitia yang sedang haus akan kesalahan peserta. “kumpul perkelompok, ketua team bantu anggota team nya untuk merapikan diri, periksa apakah team kalian sudah kumpul semua atau belum” teriak seseorang yang tak kalah mempesona dengan postur tubuh yang cukup tinggi, namun masih kalah tinggi dibanding senior yang ku lamunkan tadi.
“nin, lembang dingin banget ngk yah? Aku takut asma ku kambuh apalagi disana kan kita tiga hari, pasti jadwa makan kita ngk teratur deh, pasti kita gaakan dikasih tidur, belom lagi, dini hari pasti ada acara jurit malam hmm” bisik teman perempuanku ita yang dari tadi berbaris tepat  dibelakangku. “ngktau, akukan belom pernah kesana, pasti dingin. Kamu bawa obatnya kan?”  jawabku dengan bisikan sambil terus berjaga-jaga kalau-kalau ada panitia yang mungkin memperhatikan kami. “kalo inhaler sih aku bawa, tapi kan kalo asma itu….” Obrolan kami terputus karena teriakan salah seorang panitia “ada yang enak-enakan ngegosip nih ternyata, enak banget yah kalian berdiri manis sambil ngegosip” sindiran sekaligus teguran yang membuat kami langsung tertunduk dan bungkan seketika, bahkan setelah itupunn kami tidak berani lagi untuk meneruskan obrolan yang belum usai tadi.
“tenang nin, jangan kepancing, diemin aja Cuma tiga hari doang ko, sabar sabar. Astagfirullah” teriakku dalam hati tanpa suara.
Setelah semua persiapan mantap, dan panitia sudah memastikan bahwa semua peserta sudah terkumpul dan tidak ada yang tertinggal, maka kami berangkat menuju lembang, tepatnya di manggala giri tirta. Karena waktu itu kami semua berangkat sekitar jam 9 pagi, maka dipertengahan jalan bus kami terhenti karena panggilan sang khalik yang tidak bisa kami hindari apalagi diabaikan.
“brrrr, belum sampai ke lembang aja ini aer udah menusuk nusuk nembus tulang gini yaaah :/ “ temanku ita membuka obrolan yang memecah kebungkaman kami sejak teguran panitia tadi. “iyaa, udah kebayang gimana dinginnya lembang nanti, pasti segeer deh suasana pagi disana hmmm ngk sabar” antusiasku dibalik ketenangan sambil menikmati segarnya air wudhu….
To be Continued J


Tidak ada komentar:

Posting Komentar