Sabtu, 28 Februari 2015

susah yah kalo udah terserang virus nonton drama, itu penyakit bener-bener menggerogoti tenaga sama waktu. ada lingkaran hitam didaerah mata (mata panda karena sering begadang), makan kelewat, tidur kelewat, bahkan tugaspun jadi deadline gini. please banget jangan ditiru yaah kawan-kawan, meskipun gue tau kalo kalian juga pasti berperilaku kaya gue hehe

tapi karena gue gabisa ngilangin penyakit itu secara total, maka gue bikin jadwalsendiri biar hobi tetep jalan tapi kewajiban kuliahpun terlaksana.

di semester ini, kuliah gue cuma tiga hari dalam seminggu (selasa, rabu, kamis), banyakan liburnya haha. jadi gue mutusin buat menyisihkan dua hari dua malem waktu libur gue buat menuhin hasrat gue yang tidak lain tidak bukan adalah nonton drama/film korea :D

kemarin subuh gue baru nyelesein drama yang berjudul "its okay thats love"
cerita tentang dua orang yang mengalami kelainan/keanehan, si wanita bernama Ji hae soo punya kelainan  neurosis, jadi dia gabisa bersentuhan sama lelaki (berciuman, bersetubuh) setiap kali berciuman tubuhnya selalu mengeluarkan keringat yang membanjiri seluruh tubuhnya, pada usianya yang udah nginjek 30-an pun dia masih belum bisa memberikan keperawanannya pada lelaki yang dicintainya, meskipun udah punya pacar, tapi hubungan merekaa kandas ketika Jang Jae Yeol melihat dan menceritakan bahwa dia melihat pacar Ji hae soo pernah berciuman dengan seorang wanita yang dikenal oleh Ji hae soo.
nah, kalo yang pria punya penyakit yang namanya Skizofrenia, jadi dia punya teman khayalan yang dibuatnya sendiri dengan fikirannya tanpa ia sadari, yang merupakan transformasi dirinya semasa kecil dulu.

ahh pokoknya keren deh, gue recomended banget drama ini, banyak banget petikan-petikan yang bisa kita ambil, salah satu hikmah yang gue dapet.
1. menerima apa adanya pasangan kita, bagaimanapun dia, keluarganya, dan semua kekurangan maupun kelebihan dia.
2. orang yang memiliki gangguan mental itu ngk seharusnya dijauhi dan dikucilkan, itukan penyakit, yang namanya penyakit pasti ada obatnya pasti bisa sembuh.
3. menjalani hubungan itu bukan cuman karena rasa aman, nyaman, bahagia dan saling cinta, tapi juga butuh komitmen yang dibuktikan melalui pernikahan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar